Kerjar PNBP, Terminal Tirtonadi Dikomersialkan

Kerjar PNBP, Terminal Tirtonadi Dikomersialkan

Transportasi | Terminal Tirtonadi Solo mulai dikomersialkan. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penandatanganan perjanjian sewa dengan para penyewa (tenant) di lingkungan Terminal Tirtonadi Solo dilakukan, Sabtu kemarin (21/4).

“Terminal Penumpang Tipe A termasuk Barang Milik Negara (BMN) yang pengelolaannya dan pemanfaatannya harus dilakukan dengan baik sesuai aturan. Sudah saatnya penyelenggaraan Terminal Penumpang (Tipe A) berorientasi pada peningkatan pelayanan, keseragaman pelayanan menjadi lebih terjamin, koordinasi antar terminal lebih baik, serta dapat meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi.

Budi mengatakan saat ini pihaknya sedang gencar mendorong optimalisasi dan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dimana targetnya dapat meningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak, salah satunya melalui skema sewa BMN kepada pihak lain.

Terminal Tirtonadi Solo ini merupakan terminal terbaik di seluruh Indonesia, dimana nantinya fasilitas Terminal Penumpang Tipe A yang lain juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi. Untuk mendukung hal ini tentunya memerlukan kerja sama dan partisipasi pihak lain dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta untuk mendukung pertumbuhan perekonomian daerah pada simpul-simpul transportasi seperti terminal. “Skema kerja sama melalui sewa ini disamping dapat mengoptimalkan pemanfaatan BMN dan juga dapat meningkatkan pemasukan kepada negara melalui PNBP,” tambahnya.

Terminal Penumpang Tipe A Tirtonadi Surakarta saat ini telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 132 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Tidak hanya itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan juga saat ini telah memberikan kesempatan kepada pihak luar untuk menyewa ruang/kios yang ada di terminal ini.

Lebih lanjut Dirjen Budi mengatakan selain dapat menarik minat masyarakat kembali untuk datang ke terminal penumpang dan menggunakan bus sebagai pilihan utama dalam melakukan perjalanan, pemanfaatan BMN ini juga dapat mendorong percepatan pembangunan karena pembiayaannya tidak hanya bertumpu pada APBN saja, tetapi juga dapat menggunakan dari PNBP.

“Kami sudah melakukan kerjasama dengan semua stakeholder termasuk Kementerian Keuangan, dalam waktu dekat akan dilelangkan untuk menjadi konsep Transit Oriented Development (TOD) sehingga nanti akan bisa dibangun menjadi pusat bisnis, ada hotel, mall dan lain sebagainya sehingga banyak kegiatan disini yang mempunyai nilai tambah untuk pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Dirjen Budi.

Direktur Prasarana J.E. Wahjuningrum dalam laporannya yang dibacakan oleh Kasubdit Bimbingan Kepengusahaan Jonter Sitohang menyampaikan data saat ini menunjukkan perjanjian sewa BMN pada Terminal Penumpang Tipe A Tirtonadi saat ini berjumlah 83 penyewa untuk 248 Kios dengan klasifikasi 157 kios, 34 loket travel, 24 loket bis malam, 1 ruang servis kendaraan, dan 4 ruang ATM (Mandiri, BRI, BNI, dan Bank Jawa Tengah).

Kedepan tugas ini akan dilaksanakan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang merupakan perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di daerah-daerah yang nantinya dapat berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setempat.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang turut hadir memberikan sambutan mengatakan penandatanganan kios ini diharapkan pengelolaan BMN khususnya di Terminal Tirtonadi dapat dikelola dengan tertib. “Saya himbau kepada pemilik kios jangan khawatir, saya yakin semakin kesini Terminal Tirtonadi akan semakin ramai,” ujarnya. (PR)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu